Buya Syafii Maarif: Pancasila untuk Menangkal Intoleransi

0 14

PesanKiai.com – Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, suku, bahasa, bahkan agama. Perbedaan itu merupakan kenyataan yang tak mungkin diingkari siapapun. Masyarakat Indonesia juga dikenal memiliki sikap saling menghargai dan toleransi di antara anak bangsa.  Karena itu, bangsa Indonesia mampu bertahan dan tetap kokoh meskipun terdiri dari beragam perbedaan yang ada.

Akan tetapi, dalam era terakhir, berbagai ancaman kerapkali menelusup ke dalam semangat persatuan bangsa Indonesia. Salah satu ancaman yang paling berbahaya adalah maraknya paham radikalisme yang kerap mengingkari keberagaman itu sendiri. Gerakan radikalisme lebih memilih keseragaman daripada keberagaman, lebih memilih sikap intoleran dari pada toleran, dan lebih memilih perilaku yang keras daripada perilaku yang ramah.

Menyikapi persoalan tersebut, tokoh ternama Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif menegaskan, untuk menangkal gerakan radikalisme terutama yang kian menyasar pemuda mutakhir ini, maka seluruh elemen bangsa harus menjunjung tinggi Pancasila. Menurutnya, pancasila merupakan fondasi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila itu harus dijunjung tinggi untuk menangkal intoleransi dan radikalisme,” ujarnya.

Buya Syafii menambahkan bahwa keberagaman di Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang harus tetap dijaga. Perbedaan merupakan keniscayaan dan merupakan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, maka wajib hukumnya mempertahankan anugerah Allah tersebut. Bertahannya negara Indonesia menurut Buya Syafii karena selama ini masyarakat Indonesia saling menghormati segala bentuk perbedaan yang ada di Indonesia.

“Keberagaman harus dihormati, bukan saja kita punya semboyan Bhineka Tunggal Ika, kenyataannya kita tidak ada yang sama, apalagi suku yang ratusan ini, bahasa juga begitu, agama juga begitu. Karena itu kita saling menghormati, negara ini hanya bisa bertahan kalau keberagaman kita hormati,” pungkasnya.

 

Editor: Akhmad Khan

Laporkan Iklan Tidak Layak: Klik
loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.