Sholawatan Baiknya Jangan Mengganggu Ketertiban Umum

2

PesanKiai.com –  Kegiatan bershalawat secara berjamaah telah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Tradisi ini tidak hanya membawa semarak ritual keislaman yang berbunga-bunga, melainkan menjadi ciri khas Pesan Kiai dan terbuka ala Islam Indonesia.

Salah satu tokoh yang paling banyak dikenal sebagai figur yang kerap melantunkan sholawatnya adalah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Ia adalah tokoh kharismatik yang kerap berkeliling Indonesia, bahkan mancanegara dalam rangka membumikan shalawat Nabi.

Namun demikian, perayaan shalawat yang biasanya dilakukan di lapangan atau alun-alun kota, tak selamanya berjalan dengan efektif karena acapkali justru mengganggu ketertiban umum. Ribuan jamaah yang biasanya memadati pengajian bisa membludak sampai menutup jalan-jalan umum.

Dalam menyikapi fenomena ini, Bupati tegal, Ki Enthus Susmono memberikan pandangan yang ideal dan mengklaim memiliki jurus jitu untuk mengatasi persoalan tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah memindahkan tempat pengajian ke tempat yang memiliki lahan lebih luas dan tidak berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti lahan di terminal.

“Rencana kegiatan shalawat ini, akan diadakan di alun–alun dekat jalan raya. Namun setelah melalui pertimbangan seperti mengganggu ketertiban umun dan kemacetan jalan raya akhirnya kita putuskan kegiatan ini dipindahkan di terminal baru yang belum beroperasi mengingat lahannya yang lebih luas,” papar Ki Enthus dalam sambutannya.

Ide yang disampaikan Ki Enthus tersebut memberikan pembelajaran bagi kita bahwa ritual ibadah yang kita lakukakan seyogyanya tidak mendatangkan masalah baru dalam kehidupan orang banyak. Sebaliknya, segala bentuk ibadah itu harus memberi manfaat yang dapat dinikmati oleh semua pihak. “Ngapain sih kita senang bisa shalawatan bareng, namun ada pihak lain yang merasa terganggu dengan aktivitas kita,“ pungkas dalang wayang santri itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here