Makna Wali Menurut Gus Mus

3

PesanKiai.com – KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus dalam ceramahnya pada Haul ke-19 Almarhum KH Muslich memaparkan tentang makna seorang Wali (kekasih Allah). IA menjelaskan, seorang wali tidak akan pernah merasa sedih dan takut dalam menghadapi urusan duniawi.

Menurut kiai yang juga budayawan tersebut, sehebat apapun seseorang jika masih memiliki rasa sedih dan takut dalam urusan duniawi maka orang tersebut belum masuk dalam kategori wali.

“Meskipun Anda mendengar kehebatan dari wali itu, silahkan cek saja. Ciri wali itu tidak memiliki rasa sedih dan rasa takut, apabila masih memiliki rasa sedih dan takut, ya bukan wali,” ujar Gus Mus.

Gus Mus juga menjelaskan, makna wali itu sangat beragam. Menurut ia, ada banyak makna wali yang telah dijelaskan secara detail oleh para mufassir. Namun demikian, Gus Mus memiliki pemaknaan yang berbeda dengan sebagian besar mufassir. Menurut Gus Mus, wali memiliki makna bolo. Kata bolo dalam bahasa Jawa memiliki arti yang lebih dalam dari kata kawan, teman atupun rekan.

“Saya menemukan makna yang khas dan itu penemuan saya dan saya akan patenkan, karena sebelumnya belum ada. Wali maknanya adalah bolo. Dalam bahasa Jawa, bolo itu bukan kawan, bukan teman dan bukan rekan. Bolo itu idiom dalam perang, dalam peperangan ada musuh ada bolo,” pungkasnya.

Dengan demikian, seorang wali menurut Gus Mus tidak akan pernah risau ataupun sedih dalam menjalani kehidupanya, baik dalam keadaan susah maupun senang. Hal itu karena seorang wali telah menjadi bolo-nya Allah, yang secara otomatis akan selalu dilindungi dan dirahmati oleh Allah SWT.

Editor: Akhmad Khan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here