Gus Ishom: Ujaran Kebencian Cerminan Kesombongan

0 13

PesanKiai.com, Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin atau yang akrab disapa Gus Ishom, menulis di akun facebooknya tentang sisi negatif sifat kesombongan dan keangkuhan. Menurut Gus Ishom, sikap sombong dapat membuat seseorang dijauhi oleh orang lain. Karena itu, setiap muslim harus menampilkan sikap ramah dan rendah hati serta menjauhi segala bentuk kekaguman pada diri sendiri.

“Karena sifat rendah hati itu lebih menarik simpati, sedangkan sifat sombong itu tidak disukai dan membuat orang lain menjauhi. Bagi setiap orang, kesombongan itu buruk, sedangkan bila sifat itu melekat pada ulama atau kaum cerdik pandai, maka itu lebih buruk lagi,” tulisnya.

Kiai muda yang makin dikenal di kalangan umat Islam Indonesia tersebut memberi pesan agar umat Islam hati-hati dalam memilih pemimpin dan panutan. Apabila seorang pemimpin mampu menampilkan akhlak yang ramah, maka jamaahnya pun akan senantiasa berakhlakul karimah. Sebaliknya, jika pemimpinnya kerap melontarkan ujaran kebencian, caci-maki dan menjelekkan orang lain di muka umum, maka pengikutnya pun berpotensi menjadi orang sombong dan merasa benar sendiri.

“Bila idola panutannya itu suka memaksakan kehendak, merasa benar dan pintar sendiri, bicara kasar, suka mencaci-maki, mencela, melaknat, dan menjelek-jelekan lawannya di muka umum, bahkan hingga terang-terangan memfitnah, maka itu semua merupakan ciri kesombongan yang melekat di hatinya, yang sangat boleh jadi ditiru oleh pengikutnya,” ungkap Gus Ishom.

Menurut Gus Ishom, seorang pemimpin memiliki pengaruh yang kuat terhadap setiap pengikutnya. Karena itu, apabila seorang panutannya memiliki sikap sombong, maka penyakit itu akan menular kepada para pengikutnya. “Kesombongan pemimpin itu menular cepat kepada para pengikutnya,” pungkasnya.

Laporkan Iklan Tidak Layak: Klik
loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.