Habib Jindan: Islam Dibela Tidak Dengan Cacian

0 27

PesanKiai.com, Habib Ahmad bin Novel bin Salim Bin Jindan dalam salah satu ceramahnya di Istana Negara, menegaskan keharusan seorang muslim untuk menampilkan akhlak yang baik dengan bertutur kata sopan, tidak mengandung unsur cacian ataupun makian kepada sesama umat muslim maupun umat agama lain. Cara santun seperti itu merupakan ciri seorang muslim sebagaimana telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam setiap dakwahnya.

Seorang Habib yang dikenal karena keramahannya itu mengisahkan, ketika Nabi dalam keadaan berperang dan banyak sahabat yang terbunuh, banyak sahabat yang bersikeras untuk mencaci dan mengutuk kaum kafir yang telah memerangi umat Islam. Namun demikian, Nabi melarangnya, dan mengatakan bahwa tujuan Nabi diutus ke dunia bukan sebagai pencaci maki atau pelaknat, melainkan sebagai penebar kasih sayang.

“Allah SWT menyatakan kalau engkau berhati kasar, kaku dan berucap kata-kata yang kasar, orang bakal kabur menjauh. Di dalam medan pertempuran tatkala berjihad banyak sahabat terbunuh terluka, datang laporan kepada Nabi Muhammad, teman-teman kita banyak terluka, sumpahi mereka, kutuk orang yang telah memerangi kita. Nabi menjawab (padahal dalam situasi perang) saya diutus oleh Allah bukan sebagai tukang caci maki bukan sebagai tukang laknat itu bukan saya,”ujar Habib Jindan.

Tokoh yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Fachriyah, Tangerang itu menambahkan, kewajiban seorang muslim saat ini adalah menujukkan keindahan Islam dengan berperilaku yang santun. Menurut Habib Jindan, dalam amar ma’ruf nahi munkar pun harus tetap mengedepankan akhlak dan adab. Karena sebagus apapun ajaran yang didakwahkan kepada masyarakat jika disampaikan dengan cara keras dan kasar, maka tentu tidak akan bisa diterima di dalam hati masyarakat. Hal ini menyiratkan, agama Islam tidak dibela dengan cacian dan makian tetapi dibela melalui cinta dan kasih sayang.

“Agama Islam tidak dibela dengan makian, agama Islam tidak dibela dengan cacian. Nabi dalam amar ma’ruf nahi munkar tidak pernah mencaci, tidak pernah memaki. Kita hendaknya tunjukkan ke dunia ini keindahan Islam, sebab kelembutan tidak diletakkan dalam sebuah perkara melainkan akan menjadi mahkota menghiasi perkara tersebut, tapi perkara sebagus apapun kalau kasar maka tidak akan bisa diterima di dalam hati masyarakat,” pungkas Khodim Majelis Rasulullah SAW tersebut.

Laporkan Iklan Tidak Layak: Klik
loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.