Gus Mus: Tugas Umat Islam Mewujudkan Keadilan

2

PesanKiai.com, Mewujudkan keadilan dan kedamaian bagi seluruh warga negara adalah tantangan yang harus dijawab oleh umat Islam sebagai kaum mayoritas di Indonesia. Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) merupakan nilai-nilai yang harus menjadi fokus utama umat Islam dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas agar nilai universalitas Islam tersebut bisa tercapai. Namun sayangnya, ada beberapa kecenderungan yang acapkali membuat sebagian umat Islam merasa superior karena sebagai mayoritas.

Sikap superioritas semacam itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di Youtube, Gus Mus menegaskan, peran umat Islam di Indonesia tidak hanya sebatas kepada umatnya sendiri, melainkan harus bisa mewujudkan kehidupan yang adil dan damai yang dapat dirasakan oleh segenap warga Indonesia. Hal itu karena prinsip Islam adalah rahmat bagi semua, bukan hanya untuk umat Islam sendiri.

“Karena umat Islam yang memikul misi rahmatan lil alamin merupakan mayoritas bangsa ini, maka merekalah yang terutama bertanggungjawab atas kondisi ini. Umat Islam haruslah terlebih dahulu mereformasi diri mereka sendiri, mereformasi keberagamaan mereka dengan pertama-tama kembali kepada Tuhan mereka, Allah SWT dan norma-norma yang digariskan-Nya,” ujar Kiai yang juga sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

Kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalabin, Rembang tersebut menjelaskan, perjuangan umat muslim terhadap terciptanya stabilitas keamanan, keadilan dan tegaknya hukum haruslah bercermin dari nilai Islam dan kebangsaan yaitu prinsip kesetaraan tanpa memandang ras, suku, maupun agama.

“Mereka tidak boleh berhenti belajar terutama tentang agama mereka, karena bangga dengan yang sudah mereka miliki. Mereka harus berjuang untuk menjadikan akhlakul karimah, keadilan, dan penghormatan kepada hukum menjadi budaya bangsa,” ungkap Kiai yang juga dikenal sebagai sastrawan dan budayawan itu.

Menurut Gus Mus, persaudaraan sesama umat muslim harus sejalan dengan semangat persaudaraan sesama warga negara, karena kedua aspek tersebut adalah hal yang terpenting untuk mewujudkan cita-cita bersama menuju negara yang adil dan makmur. Sentimen superioritas kontribusi umat muslim di Indonesia tidak perlu ditonjolkan, karena membahas Islam pada hakikatnya adalah membahas negara itu sendiri.

“Karena dengan ini dan hanya dengan inilah ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwwah wathaniyah dapat diwujudkan. Dan pada gilirannya masa depan bangsa yang lebih baik dapat diharapkan terwujud. Umat Islam tidak sepantasnya berbicara tentang kontribusinya terhadap masa depan bangsa ini, karena mereka adalah bangsa ini sendiri,” tegas Kiai lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here