Haedar Nashir: Sikap Moderat Menyelamatkan Perpecahan

2

PesanKiai.com, Indonesia sebagai suatu negara bangsa yang besar kerapkali memperoleh tantangan perpecahan, baik dari internal maupun eksternal. Persatuan yang selama ini terjalin dengan baik kerapkali dihadapkan pada persoalan-persoalan konflik di antara anak bangsa sendiri. Apalagi pada tahun-tahun politik, perpecahan semakin meluas mulai dari kalangan masyarakat bawah hingga elite politik demi kepentingannya masing-masing.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam salah satu ceramahnya, merespon persoalan-persoalan yang berpotensi melahirkan perpecahan di antara anak bangsa, terutama dalam tahun-tahun politik mutakhir ini. Ia menilai perpecahahan dapat terjadi karena adanya oknum yang secara tingkah laku tidak mencerminkan hal-hal positif, melainkan sebaliknya, yaitu menampilkan sikap negatif. Menurut Haedar, siapapun jika melakukan hal-hal negatif, maka akan memperoleh hasil yang negatif pula, apalagi oknumya adalah elite politik.

“Elite, kandidat atau siapapun dia, kalau menunjukkan perilaku politik yang kontroversial, banyak menimbulkan pro kontra, buahnya pasti pro kontra juga. Kalau anda kirim energi positif orang banyak akan membalas dengan energi positif, tapi kalau anda kirim energi negatif semesta juga akan mengirim energi negatif,” ujarnya.

Ketua Umum Muhammadiyah tersebut kemudian memberikan solusi untuk menyelamatkan potensi terjadinya perpecahan. Menurutnya, pertama adalah dengan mengembalikan fungsi politik sebagai ajang kontestasi yang objektif, dan kedua, menciptakan sikap moderat yang tidak membela pihak-pihak tertentu dan selalu berada di tengah di antara beragam perbedaan.

“Dua hal yang harus kita redam, satu, politik harus kita bawa ke titik normal, jadikan sebagai tempat kontestasi yang objektif. Yang kedua harus ada kekuatan-kekuatan moderat, di situ insya Allah Muhammadiyah akan terus berperan menentramkan suasana,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here