Grand Syaikh al-Azhar: Al-Azhar Tidak Mengajarkan Paham Takfiri

2

PesanKiai.com, Moderasi Islam menjadi salah satu watak dan karakter utama al-Azhar Mesir. Perhatian al-Azhar pada moderasi Islam karena semata-mata hendak membumikan esensi ajaran Islam.

Pesan tersebut disampaikan Grand Syaikh al-Azhar, Syaikh Ahmed Tayyeb dalam pidato pembukaan Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan tentang Wasatiyyah Islam di Istana Bogor. “Moderasi merupakan salah satu bentuk manifestasi kasih-sayang Tuhan kepada makhluk-Nya. Prinsip yang dianut dalam Islam adalah kemudahan dan menghindari pemaksaan”, ujar Syaikh Ahmed Tayyeb.

Al-Azhar, menurut Grand Syaikh, senantiasa menggunakan metode pengajaran yang dibangun di atas prinsip moderasi Islam. “Para pelajar dan mahasiswa al-Azhar akan diajarkan paham yang moderat dalam memahami al-Quran dan hadis. Mereka akan diberi pemahaman perihal pentingnya budaya dialog dan keniscayaan perbedaan, sehingga mereka dapat menghormati pendapat pihak lain”, tegas Grand Syaikh al-Azhar.

Secara khusus Syaikh Ahmed Tayyeb menegaskan, bahwa mereka yang belajar dan kuliah di al-Azhar dijamin tidak ada yang menjadi teroris dan takfiri. “Saya pastikan bahwa al-Azhar tidak mengajarkan paham takfiri, dan tidak mungkin ada teroris dan takfiri lulusan dari al-Azhar. Sejak lama al-Azhar mengajarkan mazhab Imam Abul Hasan al-Asy’ari. Kita tidak diperbolehkan mengafirkan mereka yang dalam shalatnya menghadap kiblat. Kita kita berhak mengeluarkan orang lain dari keimanan, kecuali memang orang itu memilih jalan kufur sesuai dengan pilihan dirinya”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here