KH Said Aqil Siroj: Sikap Ramah Kunci Keberhasilan Dakwah

2

PesanKiai.com, Salah satu kewajiban seorang muslim adalah mendakwahkan nilai-nilai ajaran Islam kepada setiap orang. Namun demikian, semangat berdakwah yang berlebihan berpotensi membawa dakwah yang mengandung pemaksaan. Padahal menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Nabi Muhammad SAW dalam setiap dakwahnya tidak pernah memaksa umat agama lain untuk memeluk agama Islam.

Dalam konteks dakwah, Kiai yang juga akrab disapa Kang Said tersebut menjelaskan perihal sebab turunnya surah al-Baqarah ayat 256. Menurut Kang Said, suatu ketika salah seorang sahabat nabi, yakni Hasin Al Khazraj mempunyai anak yang tidak mau memeluk agama Islam. Karena sikap Sahabat Hasin yang tidak sabar akan prinsip anaknya tersebut, maka turunlah ayat yang berbunyi La ikraha fi al-din (tidak ada paksaan dalam beragama).

“Dalam berdakwah jangan sampai ada unsur pemaksaan, melihat ada sahabat Nabi yang memaksa anaknya untuk masuk agama Islam maka Allah menurukan ayat Al-Quran yang bermakna jangan memaksakan orang untuk beragama Islam,” terang Kiai Said.

Kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon tersebut mencontohkan dakwah Nabi yang amat santun dan ramah, bahkan terhadap orang yang mengahalangi dakwah Nabi ketika di Mekkah. Peristiwa Fathul Makkah menjadi bukti keberhasilan dakwah Nabi karena dengan lapang hati Nabi memberi maaf kepada seluruh penduduk Mekkah yang sebelumnya telah mengusir dan menghina Nabi. Karena akhlak yang ditampilkaan Nabi adalah sikap yang santun dan ramah, maka secara otomatis penduduk Makkah berbondong-bondong memeluk agama Islam.

“Dalam Al-Quran disebutkan bahwa salah satu kunci keberhasilan dakwah Nabi adalah Nabi berdakwah dengan lemah lembut sehingga orang yang melihatnya pun akan simpati, berbeda jika Nabi bersikap congkak dan sombong maka orang pun akan meninggalkannya,” tegas Kiai Said.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here