Kelompok Garis Keras Myanmar Boikot Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Shan Kone, Yangon - PesanKiai.com

Kelompok Garis Keras Myanmar Boikot Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Shan Kone, Yangon

Security personnel were deployed to guard a Muslim ceremony in Myanmar’s former capital Yangon on Sunday after a group of Buddhist nationalists tried to disrupt the event.
Security personnel were deployed to guard a Muslim ceremony in Myanmar’s former capital Yangon on Sunday after a group of Buddhist nationalists tried to disrupt the event in 2017.

PESAN KIAI - Kelompok garis keras Myarmar menggelar demonstrasi memprotes gelaran perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sekelompok orang berjumlah 30 orang ini, termasuk di dalamnya sejumlah Biksu, Pembela Agama Buddha ini menggelar orasi di Shan Kone, Yangon, pekan lalu.

Burma Human Rights Network (BHRN) menyatakan para pemrotes yang mengenakan topeng itu menuntut otoritas membatalkan acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

"Kami mengecam kegagalan pihak berwenang mencegah upaya para anggota 'Pembela Agama Buddha' mengganggu peringatan Hari kelahiran Nabi Muhammad," kata Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win, dilansir CNNIndonesia.com, Senin (26/11).

Kyaw mengatakan pemboikotan bermula ketika gelaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diumumkan secara publik pada Senin (19/11). Kelompok Pembela Agama Buddha langsung mengirimkan pernyataan keberatan kepada sejumlah kantor pemerintah lokal untuk membatalkan acara tersebut.

Pada Rabu sore, para pemrotes berkumpul di Bahan Myo Oo Sasana Monastery, lokasi markas Asosiasi Biksu Buddha Patriotik.

"Dari situ, para pemrotes pergi ke Shan Kone Road di Sanchuang sekitar pukul 16.00 waktu lokal," kata Kyaw Win.

Kyaw Win mengatakan di saat yang sama para warga nasionalis juga mengunggah pesan berbau ujaran kebencian di media sosial. Para pemrotes juga mengajak warga lainnya untuk ikut mendukung aksi pemboikotan.

"Ujaran kebencian itu tampaknya dimaksudkan untuk memicu konflik beragama atau bahkan kekerasan," katanya.

Kyaw Win menyebut insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Myanmar. Pada 2015 lalu, acara Maulid Nabi Muhammad dan forum dialog antar-agama juga batal digelar di Tharkayta karena tekanan dari kelompok nasionalis Buddha. Di tahun kedua, acara serupa juga batal digelar karena alasan yang sama.

"Ini adalah tahun ketiga pemerintahan Partai NLD (partai pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi) berkuasa dan tahun ketiga pula mereka gagal mencegah pengunjuk rasa mengganggu upacara hari besar umat Islam."

Kyaw menganggap "pemerintah Myanmar tidak berusaha melindungi hak-hak umat Muslim untuk bebas beribadah" di negara mayoritas Buddha tersebut. (cnnindonesia)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kelompok Garis Keras Myanmar Boikot Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Shan Kone, Yangon"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel