Bijak dalam mengkaji Ilmu Hakikat, Ngaji Kitab Misykat al-Anwar Imam al-Ghazali - PesanKiai.com

Bijak dalam mengkaji Ilmu Hakikat, Ngaji Kitab Misykat al-Anwar Imam al-Ghazali

Old kerosene lamp - Misykat Al Anwar Ilustration

PESAN KIAI - Hari ahad ini merupakan pertemun kedua dalam mengaji kitab Misykat al-Anwar. Pada pertemuan pertama dibahas pengenalan tentang sosok Imam al-Ghazali yg selama ini dikenal sbg tokoh tasawuf sunni/amali melalui karya magnum opusnya Kitab Ihya' Ulum al-Din ternyata Imam al-Ghazali memiliki karya yang mengajarkan tasawuf falsafi yaitu kitab Misykat al-Anwar.

Dalam kitab Ihya' Imam al-Ghazali hanya menyinggung sekilas tentang tauhid bagi orang khusus dan pentingnya belajar ilmu mukasyafah. Sebab jika tidak memahami ilmu mukasyafah dikhawatirkan ketika meninggal dalam keadaan suul khatimah.

Imam al-Ghazali melalui karya Misykat al-Anwar menjelaskan secara lebih rinci ilmu mukasyafah atau ilmu hakikat. Kajian kitab ini hanya diberikan oleh Imam al-Ghazali kepada murid-murid yang khusus.

Dalam muqadimah kitab Misykat al-Anwar Imam al-Ghazali menggunakan bahasa filosofis yang tidak mudah dicerna oleh org awam. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa ada salah satu temannya meminta dirinya supaya menulis kitab ini sebab orang yg belajar ilmu hakikat yaitu orang yang mencari kebahagiaan hakiki, mereka terpilih utk menapaki perjalanan ruhani menuju puncak tertinggi, memperoleh bias cahaya hakikat dalam mata hatinya, hatinya akan terbebas dari belenggu selain Allah dan akan merasakan limpahan rahasia cahaya ketuhanan sehingga mampu memahami ta'wil ayat dan hadits seperti firman Allah, "Allah itu cahaya langit dan bumi." (QS. An-Nur: 35) dan sabda Nabi Muhammad SAW, "Sesungguhnya bagi Allah memiliki 70 hijab baik yg berupa cahaya maupun kegelapan...."

Imam al-Ghazali berusaha dengan susah payah mengetuk pintu terkunci yang tidak bisa dibuka kecuali para ulama yang rasikhin yaitu ulama yang memiliki kedalaman batin sehingga tersingkaplah semua rahasia-rahasia yang tersembunyi dan tersibaklah hakikat bahkan dadanya orang-orang yang terbebas (dari belenggu duniawi dan nafsu) memendam segala rahasia ketuhanan. Namun demikian Imam al-Ghazali mengingatkan maqalah sebagai arifin bahwa membongkar rahasia ketuhanan adalah kufur.

Imam al-Ghazali juga mengutip hadits, "Sesungguhnya termasuk bagian dari ilmu seperti keadaan yang tersembunyi tidak ada yang mengetahuinya kecuali ulama billah."

Dan ketika sudah banyak orang-orang yang tertipu maka wajib menjaga ilmu asrar. Namun demikian dalam menyampaikan ilmu hakikat harus bijak jangan sampai salah tempat atau berbuat dzalim.

Imam al-Ghazali mengutip syiir:

فمن منح الجهال اضاعه * ومن منع المستوجبين فقد ظلم 

"Barangsiapa memberikan ilmu hakikat kepada orang2 bodoh maka akan menyiakannya. Dan barang siapa mencegah/melarang orang yang berhak belajar ilmu hakikat maka sesungguhnya dia berbuat kedhaliman."

Demikian uraian singkat semoga bermanfaat.

Oleh: KH. Ali M. Abdillah, Pengasuh Pesantren Al-Rabbani, Cikeas, Jawa Barat.

Al-Rabbani, 13 Januari 2019

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bijak dalam mengkaji Ilmu Hakikat, Ngaji Kitab Misykat al-Anwar Imam al-Ghazali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel