Memahami Dinamika Kelompok Teror Dan Dampak Bebasnya Dedengkotnya Abu Bakar Ba'asyir - PesanKiai.com

Memahami Dinamika Kelompok Teror Dan Dampak Bebasnya Dedengkotnya Abu Bakar Ba'asyir

Memahami Dinamika Kelompok Teror Dan Dampak Bebasnya Dedengkotnya Abu Bakar Ba'asyir

PESAN KIAI - Kelompok-kelompok teror yang ada di Indonesia itu sekitar 22 kelompok, baik yang besar secara gaung seperti Jamaah Islamiyah, maupun yang kecil, tersembunyi tapi punya kemampuan taktis yang mumpuni.

Mereka ini saling berupaya merebut pengaruh pendukung dan simpatisan, berebut mencari sumber-sumber dana, bahkan sampai pada saling berkomflik antara satu dengan yang lain. Mereka tidak satu komando dan tidak satu afiliasi. Dinamika mereka yang sangat cari dan dinamis ini membuat loyalitas mereka ke pemimpin itu juga dinamis.

Di era modern Indonesia misalnya kita melihat bagaimana Jemaah Islamiyah (JI) itu terpecah menjadi Jemaah Anshorut Tauhid yang tetapi berafiliasi dengan Al-Qaida, dan Jemaah Ansohrut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS. Munculnya JAD yang lebih muda, lebih explosiv ini membuat JI dan JAT itu tergerus pengaruhnya di kalangan kaum ekstrimis di Indonesia.

Satu yang yang sama di semua kelompok teror ini adalah bahwa mereka sangat hati-hati dalam menerina, dan/atau menerima kembali teman mereka yang keluar dari penjara. Orang-orang yang sudah pernah masuk ke dalam tahanan akan dicurigai sebagai kaki tangan pemerintah dan/atau aparat keamanan. Apalagi orang tersebut sudah menyatakan kesetiaannya kepada NKRI secara publik. Mereka-mereka ini secara otomatis dikucilkan bahkan tidak segan-segan dipersekusi oleh kelompok lama mereka.

Hal ini berbeda dengan napi lain, misalnya napi kasus pembunuhan atau premanisme yang akan 'naik pangkat' atau 'naik kelas' saat sudah keluar dari penjara.

Napiter dan Ikrar setia kepada NKRI.

Dari sisi taktik, ikrar setia kepada NKRI itu berfungsi untuk menciptakan fait accompli antara napiter dengan kelompoknya. Orang-orang ini akan dianggap cemen, tidak loyal dan dengan demikian, loyalitas mereka kepada kelompok lamanya itu sudah tidak dihargai lagi.

Tentunya sebuah tanda tangan itu bukan menjadi jaminan bahwa napiter tersebut sudah mengakui Pancasila dan kesetiaan kepada NKRI. Bisa saja ini adalah kompromi yang dia lakukan untuk lebih cepat keluar. Toh di Indonesia, orang yang disumpah di atas kitab suci untuk tidak korupsi saja banyak yang malah korupsi. Bahkan mereka memakai kode-kode dalam Kitab Suci saat melakukan kejahatan korupsi.

Hal ini berbeda dengan napiter yang bebas murni tanpa harus menandatangani ikrar setia kepada NKRI sebagai syarat pembebasan bersyarat yang baru dimulai tahun 2012. Mereka ini masih punya kesempatan untuk kembali diterima di kelompok mereka dulu.

ABB dan Ikrar setia kepada NKRI

Beta tidak membahas soal keputusan membebaskan ABB. Tapi secara taktis, adalah menguntungkan jika ABB mengakui bahwa dia menolak Ikrar setia kepada NKRI.

Kenapa demikian?

Pertama: kredibilitas dia di kelompoknya itu tidak akan jatuh. Dengan demikian maka akan banyak simpatisan Jamaah Islamiyah yang akan merapat kembali ke dia. Dengan demikian, mempermudah aparat keamanan dan intelijen untuk melakukan pemetaan;

Kedua: saat dia keluar, dinamika kelompok-kelompok teror itu akan meningkat. Chatter-chatter di media-media yang dipakai mereka itu akan naik lagi frekuensinya. Hal ini membuat proses 'data mining' itu menjadi lebih jelas;

Ketiga: transaksi keuangan pun akan semakin terang untuk dipantau. Simpatisan dan donatur yang yang mulai menggeliat kembali akan lebih mudah untuk dipantau.

Jadi, walaupun ABB secara covert baik secara pribadi atau lewat proxi sudah menyatakan dirinya mengikuti syarat pembebasannya, secara publik adalah lebih menguntungkan bagi dia untuk mengatakan bahwa dia menolak. Ini skenario yang menguntungkan.

Memang tidak semua orang akan mengerti, karena sahabat-sahabat yang bekerja di dunia ini yang bukan orang-orang yang butuh pengakuan di dunia publik seperti di media sosial. Tapi ini adalah 'a little sacrifice for a greater good'.

Semoga rekan-rekan yang bergerak 'in the shadows' selalu setia kepada NKRI, bekerja dalam senyap agar kita bisa menikmati keamanan di negeri ini.

Salam,

#IndonesiaTanahAirBeta

Oleh: Alto Luger

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Memahami Dinamika Kelompok Teror Dan Dampak Bebasnya Dedengkotnya Abu Bakar Ba'asyir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel