Bolehkah Menjamak Shalat Saat Dalam Kondisi Macet?

0 3

PESAN KIAI – Shalat jamak merupakan salah satu bentuk keringanan dalam syariat Islam. Secara teknis shalat jamak berarti mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Hal yang paling umum dikenal sehingga umat Islam mendapat keringanan ibadah shalat adalah karena berpergian jauh, setidaknya 80 km.

“Rasulullah apabila ia bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan salat duhur sampai waktu asar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua salat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu duhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan salat duhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat), (H.R. Bukhari dan Muslim).

Shalat yang bisa dijamak diantaranya shalat Zuhur dengan shalat Ashar dan Shalat Magrib dengan Shalat Isya. Sedangkan shalat Subuh tidak bisa dijamak.

Lalu bagaimana dengan shalat orang yang terjebak dalam kemacetan seperti di Jakarta? Seringkali macet membuat kita terjebak di jalan saat waktu shalat telah masuk.

Apakah kalau macet mendapat keringan tersebut. Ada satu hadis, disebutkan dalam shahih muslim. Rasulullah menjamak antara Dzuhur dengan Ashar, shalat Magrib dengan Isya, tanpa ada alasan masyaqqah (المَشَقَّة). Ini dipakai sebagian ulama, untuk menjamak shalatnya. Macet, dalam kategori itu. Maka dari itu dibolehkan dalam kondisi macet kita menjamak shalat. Tetapi kebolehan ini disyaratkan untuk tidak dibiasakan. Intinya boleh menjamak, tetapi jangan dijadikan kebiasaan.

Dalam kasus lain ini juga bisa diterapkan oleh mereka yang melaksanakan hajatan. Karena sibuknya, seringkali orang malah meninggalkan shalat. Sibuk ini dalam kategori yang sama hajatan karena sibuk ini diperbolehkan untuk menjamak shalatnya, Dzuhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya. Mau bagaimanapun ceritanya shalat harus dilaksanakan. Untuk itu solusi untuk orang yang melaksanakan hajatan diperbolehkan untuk menjamak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/*
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div>
<\/div><\/div>"}; /* ]]> */