Bersyukur atas Nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74

0 481

Poin penting dari Khutbah Jumat, 15 Dzulhijjah 1440 H/16 Agustus 2019 M, di Masjid Jami’ Al-Ishlah Pasar Lama Tangerang, Kota Tangerang.

Kita harus dan wajib bersyukur atas anugerah kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati secara bersama-sama pada Sabtu, tanggal 17 Agustus 2019. Kita wajib bersyukur karena Indonesia tercinta hingga di usia 74 tahun ini masih utuh, karena ada Pancasila, ideologi bangsa, warisan para founding fathers kita.

1 Pancasila Ajaran Islam

Pancasila itu sangat sejalan dengan ajaran Islam, sangat Islami. Pancasila sejalan dengan tujuan syariat Islam (Maqâshid al-Syarî’ah), dalam rumusan al-Kulliyat al-Khams, Lima Prinsip/Nilai Universal, hifzh al-dîn, hifzh al-nafs, hifzh al-nasl, hifzh al-‘aql, dan hifzh al-mâl. Yakni Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sejalan dengan tujuan Hifzh al-Dîn, melindungi agama, tidak ada paksaan dalam menganut agama dan beragama, tidak ada paksaan dalam melaksanakan amaliyah tertentu. Lâ ikrâha fî al-dîn… (Alquran).

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, sejalan dengan Prinsip Tujuaj Hifz al-Nafs, melindungi jiwa, tidak boleh melakukan pembunuhan yang tidak dibenarkan, tidak boleh melakukan kezaliman apalagi terorisme terhadap orang lain, dan bom bunuh diri.

2 Kezaliman pada Orang Lain

Bila kezaliman terhadap orang lain dilakukan, bisa mengakibatkan pelakunya menjadi muflis (bangkrut). Yakni baik amal ibadah individualnya, tetapi zhalim kepada orang lain. Kebaikannya diambil untuk menutupi dosa kezaliman terhadap orang lain. Bila tidak dapat terutupi dengan kebaikannya itu, maka dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya. Hal ini mengakibatkan ia bangkrut, habis amal baiknya, bahkan menanggung dosa dari orang lain yang dizalimi, sehingga dimasukkan ke dalam neraka (tsumma thuriha fî al-nâr, alhadits), na’ûzhubillâh…

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, sejalan dengan Prinsip Tujuan Hifzh al-Nasl, melindungi keturunan, melalui lembaga pernikahan (perkawinan) melahirkan generasi yang beragam, agar bersatu dan tidak bercerai berai. Ayat Quran: “Bersatupadulah kalian dengan berpegang pada tali agama Allah (Kitab Suci Al-Quran, ajaran Islam) seluruhnya dan janganlah kalian bercerai-berai….”

3 Hifzh al-‘Aql

Sila Keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sejalan dengan Hifzh al-‘Aql, melindungi akal, melalui belajar, pendidikan yang merupakan kewajiban (fardhu ain), agar mempunyai ilmu dan wawasan yang tidak sempit, tetapi wawadan yang luas, tidak fanatisme buta dan menuruti hawa nafsu. Dengan begitu, bisa bermusyawarah melaksanakan ajaran Islam tentang musyawarah.

4 Hifzh al-Mâl

Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sejalan dengan Prinsip Tijuan Hifzh al-Mâl, melindungi harta, agar harta tidak hanya berputar pada orang yang kaya saja, tetapi bisa melahirkan keadilan ekonomi yang merata bagi rakyat Indonesia

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa bersyukur atas anugerah nikmat kemerdekaan ini, dengan setiap diri kita, keluarga kita, melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Ajaran Islam.

Semoga Allah Taala memberikan keselamatan dan keberkahan kepada kita, Âmîn…

Oleh: Ustadz Ahmad Ali MD

Pesantren Progresif Madania Salam, Cimone Jaya Karawaci Kota Tangerang Banten Indonesia, Jumat, 15 Dzulhijjah 1440 H/16 Agustus 2019 M.

Laporkan Iklan Tidak Layak: Klik
loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.