Lucinta Luna Dalam Pandangan Islam

Islam sangat menghormati kemanusiaan. Diciptakannya manusia dari jenis laki-laki dan perempuan agar bisa saling mengenal, menghormati sekaligus mensyukuri ciptaan Allah.

Seiring dengan perkembangan zaman, ditemukan gejala adanya ketidakcocokan antara bentuk fisik dan kejiwaan. Ekspresi ketidakcocokan tersebut terwujud dalam gaya, tingkah laku hingga operasi kelamin.

Dalam istilah hukum Islam, dikenal istilah Takhannust atau menyerupai perempuan dan Tarajjul atau menyerupai laki-laki (tindakan imitatif). Perbuatan ini bisa disebabkan karena pembawaan lahir dan pergaulan dengan sekitar. Takhannust dan Tarajjul berbeda dengan khuntsa. Khuntsa adalah seseorang yang secara genetik memang memiliki kelamin ganda atau tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan.

Bagaimana dengan operasi kelamin terhadap Khuntsa?

Apabila seseorang terlahir dengan organ yang kurang sempurna, misalnya terlahir dengan kemaluan yang berlobang kecil sementara dia memiliki rahim dan ovarium yang jelas menunjukkan perempuan. Dalam kondisi ini operasi dibolehkan untuk mencegah kerusakan lanjutan.

Demikian juga operasi bagi seseorangan yang berkelamin ganda, operasi dibolehkan untuk mematikan salah satu kelamin sepanjang yang dipertahkankan adalah jenis kelamin asli yang sesuai dengan organ vitalnya.

Bagaimana operasi kelamin bagi Takhannust dan Tarajjul?

Bagi yang jelas laki-laki dan perempuan kemudian melakukan operasi kelamin, tidak mengubah apapun dalam kewajibannya dalam menjalankan hukum Islam.

Misalnya; Orang tersebut tetap dihukumi sebagaimana jenis kelamin sebelumnya. Kita ambil contoh wudlu. Wudlunya orang laki-laki yang mengganti kelaminnya menjadi perempuan, ketika bersentuhan dengan perempuan wudlunya tetap batal.
Demikian juga dalam hukum waris. Apabila seorang laki-laki mengubah kelaminnya menjadi perempuan tidak lantas pembagian warisannya juga berubah. Tetap mendapatkan warisan sesuai dengan ketentuan hukum waris.

Sahabat Muslim yang dihormati Allah. Manusia diciptakan dengan sempurna. Masing-masing memiliki keistimewaan sejak diciptakan. Apa yang dianugerahkan Allah kepada setiap manusia wajib kita jaga dengan selalu bersyukur dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan-Nya.

Kita juga dilarang untuk mengolok-ngolok, mencaci maki, merendahkan orang lain lebih-labih hanya karena bentuk fisiknya. Mari menjaga diri kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita sayangi untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita terima dan menghindari berkata kotor terhadap sesama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.