Takut Corona Kenapa Mengganti Shalat Jum’at dengan Dzuhur?

0 174

Mengapa karena khawatir Covid 19 sampai shalat Jum’at harus diganti dengan Dzuhur dan dilaksanakan di rumah masing-masing? Bahkan shalat lima waktu juga dianjurkan tidak jamaah?

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ
قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ قَالَ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ
وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّحْضِ

Dari Abdullah bin Abbas, dia mengatakan kepada muadzinnya ketika turun hujan (pada siang hari Jum’at), :

“Jika engkau telah mengucapkan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, ” maka janganlah kamu mengucapkan “Hayya alash shalaah, ” namun ucapkanlah shalluu fii buyuutikum (Shalatlah kalian di persinggahan kalian).”

Abdullah bin Abbas berkata; “Ternyata orang-orang sepertinya tidak menyetujui hal ini, lalu ia berkata; “Apakah kalian merasa heran terhadap ini kesemua? Padahal yang demikian pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Rasulullah saw). Shalat jum’at memang wajib, namun aku tidak suka jika harus membuat kalian keluar sehingga kalian berjalan di lumpur dan comberan.” (HR. Bukhori Muslim dari Abdullah ibn Abbas).

Jika sahabat Ibnu Abbas Ra meminta para sahabatnya untuk shalat dirumah masing-masing lantaran jalan berlumpur dan becek, tentu urgensi mengganti shalat Jum’at dengan shalat Dzuhur dan shalat 5 waktu lainnya lantaran Covid 19, tentu dapat dipahami.

Terlebih jika mengacu pada salah satu tujuan utama disyariatkannya agama adalah حفظ النفس (perlindungan terhadap jiwa).

Oleh: KH. Aim Zaimuddin, Pengasuh Pesantren Fatmahiyyah Bogor

Leave A Reply

Your email address will not be published.