Bukan Lockdown, Begini Caranya Menuntaskan Corona



#Corona #JarakSosial #Lockdown

Bukan Lockdown, Begini Caranya Menuntaskan Corona – Cak Masykur

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin cepat. Dalam laman https://kawalcovid19.id/, percepatan tersebut ditunjukkan dengan grafik berikut ini:

Jika kasusnya terus meningkat maka kebutuhan tenaga medis dan rumah sakit juga akan meningkat. Padahal ketersediaan tenaga medis dan rumah sakit kita sangat terbatas, Apalagi yang bisa melakukan penanganan terhadap virus Corona. Sangat terbatas bila dibandingkan dengan jumlah warga.

Lalu Bagaimana solusinya?

Harry Stevens memberikan solusi yaitu Social Distance atau Jarak Sosial. Penyebaran virus dapat diperlambat dengan kita menggunakan konsep jarak sosial yaitu menghindari ruang publik dan membatasi pergerakan antar individu.Ilustrasinya seperti ini:

Mari kita lihat apa yang terjadi ketika Corona menyebar di daerah dengan penduduk 200 orang. Kita akan memulai semua orang di suatu pada posisi acak, bergerak pada sudut acak, dan kita buat satu orang sakit.Perhatikan bagaimana kemiringan grafik merah, yang mewakili jumlah orang sakit, naik dengan cepat ketika penyakit menyebar dan kemudian berkurang ketika orang menjadi pulih. Di negara besar seperti Indonesia, dengan 280 juta penduduknya, bisa ditunjukkan dengan grafik menanjak untuk waktu yang lama sebelum kembali mulai melambat.

Dalam kasus Corona, pilihan untuk melakukan karantina atau Lockdown ternyata tidak sepenuhnya menutup populasi yang sakit dari yang sehat. Misalkan ambil saja contoh Jakarta dengan jutaan orang bekerja dari daerah sekitar dan keluar masuk kota dengan sangat cepat, bagaimana memisahkan mereka? Bagaimana jika transportasi dihentikan? Bagaimana persediaan makanannya? Pada akhirnya Lockdown memang tidak efektif.
Mari kita lihat apa yang terjadi ketika seperempat populasi kita terus bergerak sementara tiga perempat lainnya mengadopsi strategi yang tadi kita sebut, yaitu Jarak Sosial.

Jarak Sosial mendorong untuk menghindari pertemuan publik, untuk tinggal di rumah lebih sering dan menjaga jarak dari orang lain. Jika semakin sedikit orang yang bergerak maka virus memiliki lebih sedikit peluang untuk menyebar.Memang beberapa kalangan perlu keluar dan harus keluar, sebagian orang bekerja dengan melayani orang orang dan pelayanan publik. Tidak semua bekerja dengan kemewahan.

Semakin jauh jarak sosial membuat semakin banyak orang sehat, dan orang-orang dapat didorong menghindari dari tempat-tempat umum dengan menghilangkan daya tarik akan tempat umum tersebut. Mengurangi kesempatan untuk berkumpul membantu jarak sosial masing-masing kita.

Jarak sosial lebih efektif dari karantina. Semakin luas jarak sosial yang diterapkan akan semakin baik pencegahan penyebaran Corona.

Diriwayatkan Imam Malik bin Anas, Khalifah Umar sempat diprotes oleh Abu Ubaidah bin Jarrah saat memberikan arahan untuk tidak melanjutkan perjalankan ke Syam karena ada wabah.

Menurut Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan perintah Allah SWT. Lalu Umar menjawab “Kita tidak melarikan diri dari ketentuan Allah SWT, namun kita menuju kepada ketentuanNya yang lain”

Sumber: https://www.washingtonpost.com/graphics/2020/world/corona-simulator/

#BelajarIslam #AlQuran #Hadits #Ulama #Doa
#Aqidah #Ibadah #Akhlaq #Wudhu #Sholat #Zakat #Puasa #Haji #Sholawat

Email: maskurudin98@gmail.com
Youtube: https://www.youtube.com/cakMasykur
Facebook: https://www.facebook.com/masykurudin….
Twitter: @Masykurudin
Instagram: @masykurudinhafidz
Like, Share, dan Subscribe Channel Cak Masykur

3 Comments
  1. Perdi Khan Perdian says

    Allahu akbar..👍👍

  2. Aly Emhas says

    Thanks… Tapi Bagaimnpun serba dilematis, di satu sisi orang hrs byk mengurangi aktifitasnya disisi lain orang butuh cari nafkah utk memenuhi kebutuhan sehari2.

  3. Hery Wibowo says

    Thanks Cak Masykur (y)

Leave A Reply

Your email address will not be published.